Minggu, 27 November 2011

Pak Polisi

pendidikan jasmani

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak

Kamis, 24 November 2011

senangnya aku

alhamdulillah aku panjatkan syukur kehadirat Allah Swt, yang mana telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga aku sehat atas karuniaNya. Sholawat serta salam aku slalu mencurahkan  kepada junjungan Nabi. aku Datang ke UMY kampus tercinta ini untuk mencari ilmu, untuk sampai ke UMY kampus tercinta ini aku harus menempuh 100 km. berangkat dari rumah sekitar jam 05.30 wib. alhamdulillah nyampe kampus dengan selamat. oh iyaa kenalan dulu yaah Namaku EDI SUSANDI , aku mempunyai 4 bersaudara aku anak yang terakhir. aku terlahir pada tanggal 08-06-1990 di kota berebes . kenapa akui bisa sampai di jogjakarta? karena Ilmu lah yang membuatku bisa sampai sini . alhamdulilla dengan modal  yang lumayan cukup aku bisa kuliah di UMY..lewat blog ini aku ingin saling berbagi dengan kalangan umum tentunya mengenai sebuah ilmu, karena ilmu itu adalah nur (cahaya) jadi semuga saling bermanfaat. Oh ia aku kuliah di UMY ini di Fakultas Agama Islam Dengan Jurusan Prodi PAI, karena aku ingin sekali menjadi guru yang bisa mentransfer ilmu dan nilai nilai yang baik.

Kamis, 17 November 2011

Pentingnya Penerapan Pendidikan Karakter Di Sekolah

Pentingnya Penerapan Pendidikan Karakter Di Sekolah


by. flickr mellyana

Mulai awal tahun ajaran 2012 mendatang, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Ikwanuddin mewajibkan seluruh sekolah di Palangka Raya menerapkan pendidikan karakter. Program ini diharapkan dapat mencegah meningkatnya perilaku kenakalan remaja di kalangan pelajar.

Pendidikan karakter itu bertujuan menjadikan generasi siswa yang unggul dan tangguh serta mempunyai daya saing, dengan memberi pelatihan budi pekerti dan keagamaan yang baik kepada siswa," kata Ikwanuddin, Jumat (21/10/2011).

Penyusunan kurikulum dalam rangka pendidikan karakter yang difokuskan pada kewirausahaan dan ekonomi kreatif dengan pendekatan belajar aktif pada satuan pendidikan rintisan, sudah dilakukan pada bulan Juli lalu di Palangka Raya. "Saat ini sudah ada delapan sekolah percontohan pelaksanaan program pendidikan karakter. Sekolah-sekolah tersebut adalah TK Pembina, SDN 4 Menteng, SDN Percobaan, SLBN 1, SMP 2, SMA 2, SMK 3 dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)," katanya.

Ia mengharapkan para guru sebaiknya memberikan contoh yang baik terlebih dahulu sebelum menerapkan pendidikan karakter, agar tidak menjadi sia-sia belaka, tambahnya. "Mulai sekarang kita harus memberi contoh terlebih dulu kepada mereka agar pendidikan karakter yang diterapkan pada anak menjadi lebih mudah.

Kami menilai, program pendidikan karakter sangat tepat diterapkan di sekolah sebagai penyaring arus globalisasi dan kemajuan teknologi," ujarnya. Oleh sebab itu, guru harus dapat memberikan materi dan menyisipkan pendidikan karakter dan budi pekerti, adat istiadat, budaya daerah dan sopan santun untuk diajarkan di sekolah.

 

Tips Cara Belajar yang Baik

Tips Cara Belajar yang Baik
1. Ciptakan suasana yang kondusif

Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.
2. Lihat garis besarnya dahulu

Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.
3. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran

Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada.
4. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat

Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.

 

5. Belajarlah dengan tekun dan rutin.

Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun  hanya belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.
Semoga Sukses,

Artikel ini ditulis oleh:Irfan, Siswa SMPN 1 Boyolali

Pengertian pendidikan islam

Pengertian pendidikan islam


Jadi definisi pendidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempattempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian. Jadi pendidikan ini hanyalah untuk manusia saja.

Kembali kepada definisi pendidikan Islam yang menurut Al-Attas diperuntutukan untuk manusia saja. menurutnya pendidikan Islam dimasukkan dalam At-ta'dib, karena istilah ini paling tepat digunakan untuk menggambarkan pengertian pendidikan itu, sementara istilah tarbiyah terlalu luas karena pendidikan dalam istilah ini mancakup juga pendidikan kepada hewan. Menurut Al-Attas Adabun berarti pengenalan dan pengakuan tentang hakikat bahwa pengetahuan dan wujud bersifat teratur secara hierarkis sesuai dengan beberapa tingkat dan tingkatan derajat mereka dan tentang tempat seseorang yang tepat dalam hubungannya dengan hakikat itu serta dengan kepastian dan potensi jasmaniah, intelektual, maupun rohaniah seseorang.

Dari pengertian Al-Attas tersebut dibutuhkan pemahaman yang mendalam, arti dari pengertian itu adalah, "pengenalan" adalah menemukan tempat yang tepat sehubungan denagn apa yang dikenali, sedangkan "pengakuan" merupakan tindakan yang bertalian dengan pengenalan tadi. Pengenalan tanpa pengakuan adalah kecongkakan, dan pengakuan tanpa pengenalan adalah kejahilan belaka. Dengan kata lain ilmu dengan amal haruslah seiring. Ilmu tanpa amal maupun amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.

Kemudian tempat yang tepat adalah kedudukan dan kondisinya dalam kehidupan sehubungan dengan dirinya, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakatnya, maksudnya dalam mengaktualisasikan dirinya harus berdasarkan kriteria Al-Quran tentang ilmu, akal, dan kebaikan (ihsan) yang selanjutnya mesti bertindak sesuai dengan ilmu pengetahuan secara positif, dipujikan serta terpuji.2

Dalam pandangan Al-Attas pendidikan Islam harus terlebih dahulu diberikan kepada manusia sebagi peserta didik, pendidikan tersebut berupa pengetahuan tentang manusia disusul dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Dengan demikian dia akan tahu jati dirinya dengan benar, tahu "dari mana dia, sedang dimana dia, dan mau kemana dia kelak". Jika ia tahu jati dirinya, maka ia akan selalu ingat dan sadar serta mampu dalam memposisikan dirinya, baik terhadap sesama makhluk, dan yang terlebih lagi kepada Allah SWT.Ketiga realita yaitu, manusia, alam, dan Tuhan diakui keberadaannya, dengan Tuhan sebagai sumber dari segalanya (alam dan manusia). Tuhan dapatdipahami sebagaimana dinformasikan dalam Al-Quran sebagi Rabb al-Alamin, dan Rabb al-Nass. Amrullah Ahmad menilai bahwa dalam definisi pendidikan Al- Attas mengandung proses pengajaran seseorang dalam tatanan kosmis dan sosial yang akan mengantarkannya untuk menemukan fungsinya sebagi kholifah.

Minggu, 13 November 2011

ANTARA ILMU DAN RIDHA YANG MAHA KUASA

ANTARA ILMU DAN RIDHA YANG MAHA KUASA


 


“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah : 11)



Memilih menjadi orang yang beriman, berarti memilih siap untuk menjadi orang yang berilmu. Menjadi orang beriman yang berilmu, hanya akan dimiliki oleh orang yang mau mengamalkan dan membagi ilmu yang ia miliki.

“Sampaikanlah, walau satu ayat..”

Sebelum menyampaikan, seseorang harus memahami apa yang ia akan sampaikan. Hal tersebut tidak akan pernah bisa dilakukan oleh orang yang tidak berilmu. Beginilah sebenarnya proses pendidikan, belajar untuk mendapatkan ilmu dengan berpikir (tafakkur), memahami untuk meresapi (tafahhum dan tadabbur), kemudian mengamalkan dan menyampaikan (tabligh). Sebuah pendidikan akan mendapatkan ridha Allah SWT ketika jalan yang dipilih untuk mendapatkan pendidikan merupakan jalan yang benar lagi halal. Jika jalan yang dipilih merupakan jalan yang salah, ataupun jalan yang diharamkan oleh Allah SWT, maka ilmu yang didapatkan akan menjadi ilmu yang tidak barokah.

Semakin tinggi persaingan yang terjadi untuk memperoleh sebuah pendidikan, semakin banyak juga cara yang dilakukan oleh setiap orang untuk memperolehnya. Tak berhasil dengan jalan yang halal, banyak orang yang mencoba menawar dengan cara yang tidak halal, seperti menyogok guna mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kalau sudah seperti ini, dimanakah penghargaan orang terhadap sebuah proses pendidikan? Betapa mudahnya orang yang memiliki kemampuan finansial lebih untuk mendapatkan sebuah pendidikan. Sedangkan di sisi lain, orang yang kurang mampu yang memiliki kecerdasan lebih, terhalang untuk mendapatkan pendidikan hanya karena ketidakmampuan finansial mereka untuk membayar kebutuhan pendidikan. Parahnya lagi, sebagian siswa ataupun mahasiswa, membiarkan perlakuan orang tua mereka tersebut demi memenuhi keinginan orang tua mereka agar anaknya tetap bersekolah meskipun pada dasarnya mereka tidak ingin melakukannya.

Hal yang seperti ini, akan menimbulkan beberapa efek yang negatif pada segenap pengajar, baik berupa guru ataupun dosen, bahkan siswa ataupun mahasiswa. Beberapa dosen ataupun guru akan menjadi sedikit malas ketika mengajar, karena bisa saja, siswa ataupun mahasiswa yang akan mereka ajar, tidak sepenuhnya memiliki niat tulus untuk belajar. Di samping itu, siswa ataupun mahasiswa yang hanya ingin memenuhi kebutuhan orang tuanya, tanpa menyadari kepentingan ilmu itu untuk dirinya, menghadiri proses pendidikan semau mereka. Jika ini terjadi, maka proses belajar-mengajar menjadi tidak efektif dan siswa ataupun mahasiswa yang seharusnya tercetak menjadi siswa dan mahasiswa yang baik malah menjadi sebaliknya. Kalau sudah seperti ini, akan menjadi apakah generasi penerus bangsa kita?

Untuk mendapatkan ridha Allah SWT, selain dengan jalan yang halal, ilmu yang akan dipelajari ataupun diajarkan seharusnya merupakan ilmu yang baik yang disyari’atkan oleh Allah SWT. Percuma saja, ketika jalan untuk mendapatkan sebuah pendidikan sudah merupakan jalan yang halal, namun ilmu yang dipelajari merupakan ilmu yang sesat, ataupun bertentangan dengan syari’at Allah SWT. Maka, pendidikan tersebut takkan ada nilainya di mata Allah SWT. Semoga kita bukan termasuk orang yang merugi dengan pendidikan yang telah kita dapatkan mulai kecil hingga kita dewasa sekarang. Amiin. Wallahu a’lam bishshowab.(mmh)